Jumat, 16 Juni 2017

Warga Binaan Rutan Bangil Buka Puasa Bersama Keluarga

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ada suasana berbeda yang terlihat di dalam Rutan Kelas II-B Bangil, Kamis (15/6/2017) sore kemarin. Puluhan narapidana dan tahanan yang biasa disebut Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tampak bahagia dan sumringah mengikuti acara peringatan Nuzulul Quran yang diselenggarakan oleh Rutan Bangil di Aula dalam lingkungan Rutan tersebut.
Selain para WBP, kegiatan yang mengambil tema "Peringatan Nuzulul Quran sebagai Momentum untuk Meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT" tersebut, juga diikuti oleh seluruh pegawai Rutan beserta keluarganya, serta keluarga para WBP.
Kebahagiaan para WBP terpancar, karena di dalam kegiatan itu mereka dapat berkumpul bersama keluarga mereka, untuk buka bersama. Sebelum acara buka bersama, mereka nampak khusyuk mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Rahmat Efendi dari Bangil yang menyampaikan pesan betapa pentingnya memohon segala hajat melalui shalat tahajud setiap malam, dan bukan hanya ketika ada perlunya saja, melaksanakan shalat tahajud. 
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemberian santunan oleh pihak Rutan kepada 10 anak yatim di lingkungan sekitar Rutan Bangil. Setelah Adzan Maghrib berkumandang, para WBP dan keluarganya melakukan buka bersama dengan penuh sukacita.
KaRutan Bangil, Wahyu Indarto mengatakan bahwa peringatan Nuzulul Quran kali ini diisi dengan agenda santunan kepada anak yatim, tausiyah/siraman rohani, buka bersama dan family Day, serta Khataman Al-Quran.

"Alhamdulillah, peringatan Nuzulul Qur'an ini dapat kita laksanakan bersama dengan lancar. Terutama agenda Family Day dan santunan anak yatim yang berasal dari dana sosial para pegawai Rutan Bangil. Semoga Barokah dan dicatat menjadi amal jariyah di Bulan Suci Ramadhan ini," terang Wahyu Indarto.

Sementara itu, menurut Kasie Pelayanan Tahanan Rutan Bangil, Anjar Seto, kegiatan buka bersama atau Family Day tersebut diadakan untuk memberikan kesempatan kepada WBP agar dapat melakukan buka bersama di bulan suci Ramadhan ini dengan keluarga mereka.
"Biar mereka (WBP) punya kesempatan yang sama juga, untuk melakukan buka bersama dengan keluarganya, meski mendekam di dalam penjara," tutur wanita berhijab tersebut.
Kegiatan kemudian ditutup dengan tadarus Al-Qur'an oleh para WBP. (*)
Share:

Sabtu, 10 Juni 2017

Ratusan Warga Binaan Rutan Bangil Ikuti Pelatihan ESQ

 
Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Bangil Ikuti Pelatihan ESQ dengan antusias.(Foto: Robert/ TIMES Indonesia)
TIMESINDONESIA, JAKARTA – Guna memberikan pencerahan dan peningkatan kualitas hidup ke arah yang lebih baik lagi bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B, Bangil-Pasuruan mengadakan Pelatihan Emotional Spritual Quantient (ESQ).
Pelatihan tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Pesantren Kilat yang diadakan di Bulan Ramadhan ini.
Program pelatihan ESQ yang terselenggara atas kerjasama antara Rutan Bangil dengan Harris Muchtar, selaku Trainner ESQ Lisenzy Ary Ginanjar wilayah Jawa Timur tersebut, dihadiri oleh ratusan WBP dan seluruh petugas Rutan Kelas II B Bangil tanpa terkecuali, serta Koordinator ESQ wilayah Jatim dan Pasuruan.


Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, mulai Kamis (8/6/2017) hingga Jum'at (9/6/2017) hari ini.
Dalam sambutannya, Karutan Bangil, Wahyu Indarto, mendukung sekali dengan adanya kegiatan ini.
"Karena kegiatan ini besar sekali manfaatnya untuk pembentukan diri kita menjadi yang lebih baik. Untuk itu gunakanlah kesempatan ini sebaik-baiknya dan ambillah manfaat yang sebesar besarnya, serta bisa menerapkan apa yang sudah didapat didalam kehidupan sehari-hari untuk menjadi Insan Kamil," jelas KaRutan Bangil, Wahyu Indarto saat menyampaikan sambutannya.
Sementara itu, pemateri trainer ESQ wilayah Jatim, Haris Muchtar menerangkan bahwa kegiatan ESQ meliputi 3 komponen yaitu IQ (Aktifitas berhitung), EQ (Akfifitas Emosional) dan SQ (Aktifitas Spiritual).
Dan kepada para WBP, penekanannya adalah kepada Spritual, yaitu keyakinan akan adanya perjumpaan dengan Sang Pencipta atau Allah.
"Untuk itu, dalam menjalani kehidupan ini kita dituntut untuk dapat berbuat baik setiap waktu dan setiap saat agar kita kembali keharibaan-Nya dalam keadaan Khusnul Khotimah," papar Haris.
Ia juga berharap kepada warga binaan, setelah keluar dari Rutan dapat berbuat yang terbaik atau bermanfaat bagi orang banyak dilingkungannya masing-masing.
Sedangkan Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Bangil, Ibu Anjar Seto dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan ESQ ini adalah kegiatan positif dimana kegiatan ini adalah merupakan penggabungan antara kecerdasan emosional dan spritual.
Dimana, tujuannya adalah agar kita dapat mencapai keseimbangan antara hubungan sesama manusia dan hubungan secara vertikal yaitu dengan Sang pencipta yaitu Allah SWT.
Sehingga akan tercapai kedamaian dan ketenangan dalam diri masing-masing peserta. Untuk itu, dirinya menghimbau kepada warga binaan pemasyarakatan dan petugas Rutan yang hadir, untuk mengikuti ESQ  secara khidmat dan serius.
Karena menurutnya, ESQ bisa memberikan dampak dalam diri warga binaan, dan sebagai bahan muhasabah (introspeksi) untuk evaluasi diri bagi warga binaan selama hidup di dunia. (http://www.timesindonesia.co.id)

Share:

Kamis, 01 Juni 2017

Rutan Bangil Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kamis (1/6/2017) pagi, Rutan Klas II-B Bangil-Pasuruan menggelar upacara peringatan hari lahirnya Pancasila yang ke-72. Upacara yang digelar di halaman dalam Rutan Bangil itu diikuti oleh peserta dari Pramuka, petugas Rutan dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) wanita sebanyak 8 orang.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah KaRutan Bangil, Wahyu Indarto, sedangkan petugas bendera dan petugas pembaca UUD 1945 serta petugas pembaca Keppres tentang hari lahirnya Pancasila adalah anggota Pramuka Rutan.
 Dalam amanatnya, Ka Rutan Bangil Wahyu Indarto membacakan ringkasan sambutan Presiden Jokowi yang intinya bahwa dalam upacara peringatan hari lahirnya Pancasila yang baru pertama kali diadakan ini, adalah untuk meneguhkan komitmen kita untuk lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
"Yang perlu diingat, bahwa kodrat Bangsa Indonesia adalah kebhinekaan tunggal ika. Sehingga Presiden mengajak peran aktif para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Pancasila," urai KaRutan, Wahyu Indarto dalam pembacaan sambutan Presiden RI.
Sementara itu, terkait petugas bendera yang berasal dari Pramuka. Kasubsie Pelayanan Tahanan Rutan Bangil, Anjar Seto, menjelaskan bahwa mereka adalah Warga Binaan Pemasyarakatan yang telah berstatus napi dan telah dilatih serta bekerjasama dengan Kwarcab Bangil-Pasuruan sejak bulan Februari lalu.
"Mereka (anggota Pramuka) penghuni Rutan, jumlahnya sekitar 25 orang. Kita latih dengan kegiatan Pramuka seminggu sekali, setiap Hari Kamis. Sudah dua kali ini mereka kita libatkan sebagai petugas upacara di dalam Rutan, yang pertama waktu upacara peringatan Harkitnas 20 Mei lalu dan upacara peringatan hari lahirnya Pancasila sekarang ini," terang Ibu Anjar. 
Rencananya, kegiatan Pramuka di dalam Rutan Bangil akan ditingkatkan secara intens, agar segera terbentuk Gugus Depan (Gudep) setelah lebaran nanti. (www.timesindonesia.co.id)
Share:

Selasa, 30 Mei 2017

Warga Binaan Rutan Bangil Ikuti Pesantren Ramadhan

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ratusan warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Bangil-Pasuruan, Jawa Timur mengisi bulan suci Ramadhan kali ini dengan mengikuti pesantren kilat. Kegiatan yang diadakan di aula blok serbaguna di dalam lingkungan Rutan Bangil tersebut di mulai sejak Selasa (30/5/2017) pagi.
Mewakili Kepala Rutan Kelas II Bangil Wahyu Indarto, Kasubsie Pelayanan tahanan Rutan Bangil, Anjar Seto saat membuka pesantren Ramadhan berpesan agar para warga binaan bisa mencontoh mantan napi Anton Medan. Anton setelah keluar dari penjara menjadi da'i dan mampu memotivasi banyak orang untuk menjadi lebih baik.
Anjar Seto menambahkan, bahwa pembinaan akhlak, spiritual dan moral penghuni Rutan Bangil penting dilakukan untuk memberi bekal bagi para penghuni Rutan, agar kelak setelah keluar dari tahanan tidak akan mengulangi perbuatannya.
“Pembinaan rohani disini sangat ditekankan untuk memperbaiki akhlak mereka. Semoga Pesantren Kilat Ramadan ini dapat menambah pengetahuan agama mereka,” jelas Anjar sapaannya.
Ia juga menambahkan, pembekalan rohani bagi warga binaan sangat diprioritaskan di Rutan Bangil ini terbukti dengan pelaksanaan pendidikan religi secara terus menerus.
 "Hari biasa juga ada kegiatan pembinaan rohani seperti pengajian dan shalat dhuha bersama, tapi kita lebih intensifkan lagi pada Bulan Ramadhan ini, untuk mereka yang ingin memperdalam ilmu agama dan baca Al-Qur'an," terangnya.
Ia menuturkan, kegiatan pesantren kilat merupakan salah satu implementasi pendidikan kepribadian di rumah tahanan Bangil. Dengan adanya pendidikan kepribadian, para narapidana dan warga binaan diharapkan bisa kembali merenungi kesalahan apa yang telah mereka lakukan di masa lalu.

Sementara itu, narapidana dan warga binaan sangat antusias mengikuti pesantren kilat yang dilakukan di aula blok serbaguna di dalam Rutan tersebut. Seperti yang dituturkan oleh Syaiful Afif (39), narapidana kasus judi yang telah menjalani hukuman selama 1 tahun dan akan bebas sebentar lagi.
"Saya merasa senang dengan adanya kegiatan pesantren kilat ini mas, karena menambah pengetahuan ilmu agama saya dan menambah ketentraman hati serta mengingatkan kepada dosa-dosa saya atas perbuatan khilaf yang pernah saya lakukan dulu. Semoga bermanfaat bagi saya setelah keluar dari sini nanti," ujar Syaiful. (http://www.timesindonesia.co.id)
Share:

Kamis, 18 Mei 2017

Wacana Penyediaan Sarana Bilik Asmara di Rutan Bangil, Khawatir Disalahgunakan

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Eksistensi sarana bilik asmara bagi warga binaan untuk pemenuhan kebutuhan biologis memang dipandang perlu. Namun untuk mewujudkan sarana tersebut di Rutan Bangil, nampaknya belum memungkinkan karena Kementerian Hukum dan HAM RI belum memiliki dasar aturan yang jelas sebagai payung hukum.
Penyedian fasilitas bilik asmara sendiri memang pernah diwacanakan bisa diwujudkan. Namun sampai sekarang belum ada kabar yang pasti.
Kepala Rutan Bangil Wahyu Indarto yang dikonfirmasi Bangsaonline.com menjelaskan bahwa sejatinya keberadaan bilik asmara memang perlu untuk menunjang kebutuhan biologis warga binaan.

"Hubungan badan dengan istri setidaknya bisa mengurangi resiko stres pada warga binaan," kata Wahyu.
Tapi untuk mewujudkannya tidak bisa dilakukan seenaknya. Pasalnya ada beberapa tahapan yang harus dipenuhi pihak Rutan serta harus ada regulasi yang mengatur.
"Memang keberadaan bilik asmara dibutuhkan. Tapi belum bisa disediakan, karena banyak pertimbangan," ujar Wahyu beberapa waktu lalu.
"Salah satu pertimbangannya yakni soal risiko penyalahgunaannya. Bisa saja pemanfaatan bilik asmara itu difungsikan untuk pasangan yang bukan suami istri sah sehingga ujung-ujungnya dimungkinkan muncul percaloan oknum-oknum yang tak bertanggung jawab atas keberadaan fasilitas tersebut," paparnya.
Di samping itu, lanjut Wahyu, belum ada regulasi resmi dari pemerintah terkait pendirian bilik asmara itu. Sehingga prosedur atau aturan yang mengikat terkait keberadaan bilik asmara itu belum dimiliki.
"Sejauh ini belum ada aturan ataupun regulasi terkait SOP terkait bilik asmara tersebut. Sehingga kami tidak bisa mendirikannya begitu saja," tandasnya. (bib/par/rev)
Share:

Selasa, 16 Mei 2017

Kegiatan Religi Jadi Jurus Rutan Bangil untuk Membina Warga Binaan

TIMESBANYUWANGI, PASURUAN – Bicara Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, tentunya yang melekat adalah kota santri yang penuh dengan kegiatan keagamaan.
Bercermin dari hal tersebut,  Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 2 Bangil, menjadikan kegiatan keagamaan sebagai jurus ampuh untuk membina dan mendorong pertaubatan warga binaan menjadi pribadi yang baik.
Seperti yang dilakukan sepanjang hari Selasa (16/5/2017). Dalam rangka peringatan Isro’ Mi’raj sekaligus menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan,  Rutan menggelar pengajian akbar. Sebanyak 455 orang warga binaan penghuni Rutan, seluruhnya diajak berbaur melantunkan keagungan ayat Allah.
Kepala Rutan Kelas 2 B Bangil, Wahyu Indarto. SH MM, saat menyerahkan santunan kepada Yayasan Yatim Mandiri, Pasuruan. (Foto : Rutan Kelas 2 B Bangil for TIMES Indonesia)
Tak tanggung-tanggung, guna penyejuk qalbu, Kepala Rutan Bangil, Wahyu Indarto, SH, MM, mendatangkan ulama masyur, KH Abdul Goffur dari Rembang, Jawa Tengah untuk memberima. motivasi kepada warga binaan untuk selalu memperbaiki diri.
“Jangan rendah diri dan rendah hati walau ada dalam penjara, karena yang dinilai adalah kebaikan seseorang. Dan lebih mulia nakal atau preman tapi bertaubat kemudian. Bila orang tua berkunjung ke penjara untuk membesuk jangan hanya minta dibawakan makanan, tapi mintalah air bekas cucian kaki, karena itu sangat mujarab,” ucap sang Kiai memotivasi warga binaan.
Kekhusyukan acara makin terasa ketika KH Abdul Goffur mengajak warga binaan dan seluruh petugas Rutan untuk ikut menyanyikan lagu berjudul Ibu, milik raja dangdut Rhoma Irama. Tanpa terasa kesyahduan lirik membuat seluruh jamaah pengajian meneteskan air mata. Tak terkecuali Kepala Rutan Bangil.
“Dalam pengajian ini kita mengajak warga binaan lebih banyak memanfaatkan waktu untuk beribadah berjamaah dan selalu mengingat Allah,” ungkap Kepala Rutan Bangil, Wahyu Indarto, SH, MM, sesaat seusai acara.
Sebagai penutup pengajian akbar peringatan Isro’ Mi’raj kali ini, petugas Lapas melakukan santunan kepada Yayasan Yatim Mandiri, Pasuruan.
Selain pengajian akbar, Wahyu menjelaskan, kegiatan keagamaan juga dilakukan rutin setiap hari.
Wahyu bercerita, sejak masuknya Anjar Seto, sebagai Kasubsi Peltah Rutan Kelas 2 B Bangil, kini warga binaan juga diajak untuk menjalankan sholat dhuha berjamaah setiap hari.
Hari Senin sampai Kamis, juga diisi dengan pengajian rutin yang diasuh tokoh dan pemuka agama setempat, seperti dari Kementerian Agama Pasuruan, dan pengurus PC Nahdlatul Ulama Pasuruan.
Pada hari Rabu juga ada kegiatan Al Banjari. Serta pada sore hari selalu digelar kegiatan mengaji.
“Setiap Senin sampai Kamis sebelum pengajian, wajib diisi dengan shalat dhuha berjamaah dan pembacaan Surah Alwaqiah dipimpin oleh Ustad Fauzi dari Ponpres Al Amin Bangil,” kata Wahyu.(*)
Share:

Jumat, 21 April 2017

Luas Lahan Kurang, Relokasi Rutan Bangil Molor

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Rencana pemerintah untuk merelokasi Rutan Bangil ternyata meleset. Penyebabnya adalah luasan tanah untuk lokasi relokasi kurang ideal. Luas yang disyaratkan oleh kementerian terkait yakni volumenya harus 2 Ha.
Hal tersebut di akui oleh Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf SE, MMA saat dikonfirmasi Bangsaonline di sela acara khotmil Qur’an di Rutan Bangil, Kamis (20/04) kemarin. Ia menjelaskan surat pengajuan relokasi rutan yang diajukan Pemkab Pasuruan sejatinya sudah direspon oleh pihak pusat. Namun saat tim pusat melakukan peninjauan ke lapangan, ternyata lahan luasannya kurang ideal.
"Luas lahan yang akan dijadikan tempat relokasi Rutan Bangil yakni aset Pemkab di Sidowayah. Luasnya hanya 8000 meter persegi, padahal yang dibutuhkan lebih dari itu," jelasnya.

Terkait hal ini, Irsyad mengatakan Pemkab akan mengupayakan agar relokasi rutan bisa dilaksanakan dalam tahun ini. Mengingat, kondisi Rutan kelas II Bangil sudah overload dan tidak mampu menampung para napi.
Terpisah, Kepala Rutan Bangil, Wahyu Indarto mengatakan untuk sementara pihaknya sudah mengantisipasi overload Rutan Bangil. Yakni, dengan mengajukan ke pihak pengadilan, agar para Napi yang sudah diputus di persidangan dipindahkan ke rutan Porong, Kota Pasuruan, ataupun Malang.
“Tujuannya agar ruang yang ditempati para napi tidak terlalu penuh. Saat ini jumlah penghuni di rutan sudah di atas 420 orang. Padahal idealnya diisi oleh 200 orang," ujarnya. (bib/par/rev https://www.bangsaonline.com/)
Share:
Copyright © Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil | Powered by Rumahweb Indonesia Design by Aditya Pradana | Website Theme by blogger.com